BLSM Tak Tepat Sasaran, Warga Tingkat Bawah Kisruh

demo (blsm (foto:inet)

demo (blsm (foto:inet)

Gunungkidulonline.com- Pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) Sebagai kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi dinilai tidak tepat sasaran. Hal ini mengingat banyaknya penerima BLSM yang sejatinya adalah bukan orang miskin namun tetap mendapatkana bantuan tersebut. Sedangkan banyak warga yang selayaknya mendapatkan bantuan justru tidak menerima sama sekali.

Akibatnya aparat pemerintah dari mulai kepala Dusun (Kadus) hingga Kepala Desa (Kades) menjadi sasaran  protes warga miskin yang tidak menerima BLSM tersebut.

Seperti yang terjadi di Desa Nglegi Kecamatan Patuk warga mempersoalkan adanya 2  pensiunan PNS terdaftar sebagai penerima BLSM. Sedangkan banyak warga miskin yang semestinya memperoleh bantuan tetapi justru tidak mendapatkannya.

Hal serupa juga terjadi di Desa katongan kecamatan Nglipar. Di RT 05 dusun ngrandu katongan, ketua RTnya yang tergolong mampu terdaftar sebagai penerima dana BLSM. Di RT6 2 orang pensiunan pegawai BRI dan pegawai PLN juga terdaftar. Sedangkan warga yang benar-benar membutuhkan seperti tunanetra dan janda miskin justru  tidak dapat.

Sementara di karangmojo terdapat 25 nama penerima bantuan yang tidak mau mengambil. Menurut petugas Kantor Pos Sudaryanto, pihaknya belum bisa memastikan alasa rumah tanggga sasaran tidak mengambil dana kompensasi kenaikan harga BBM tersebut.

Pantauan Gunungkidulonline.com di beberapa kantor pos Gunungkidul sabtu (06/07) penerima BLSM membludak. Seperti terlihat di kantor pos wonosari yang antriannya sampai ke trotoar jalan raya karena banya yang tidak kebagian tempat duduk. Hal serupa juga terjadi di kantorpos nglipar dan patuk.

Untuk mengamankan lokasi dan memperlancar distribusi BLSM petugas dibantu dari kepolisian dan TNI.

[Ade/Go]

Isi Komentar Anda!
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi gunungkidulonline.com. Tidak boleh ada kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Tulis Komentar

Komentar

Posted on July 7, 2013

Leave a comment

View Desktop Version
Gunungkidulonline: Media Berita Online Gunungkidul