06:38 am - Tuesday, 2 September 2014

Jelajah Hutan Wonosadi di Desa Wisata Beji

By Admin Go - Mon Oct 07, 9:44 am

Hutan Wonosadi. Beji, Ngawen

Hutan Wonosadi. Beji, Ngawen

Gunungkidulonline.com- Ketekunan masyarakat dalam pelestarian lingkungan telah menjadikan Hutan Adat Wonosadi sebagai kenyamanan bagi aneka flora dan fauna. Hutan seluas 25 hektar di Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul. Ini menarik dijadikan laboratorium alam, setelah sebelumnya kawasan ini diresmikan sebagai desa wisata, karena di sana ada puluhan jenis tumbuhan dan hewan langka. Mereka hidup nyaman dalam rimbunnya pepohonan yang di antaranya telah berusia ratusan tahun.

Menelusuri hingga puncak Hutan Wonosadi akan mendapati sejumlah pohon tua berusia lebih dari 200 tahun. Di sekitar hutan, bebatuan vulkanik dari gunung api purba menjadi daya tarik kawasan ini sebagai desa wisata. Kita juga dapat menikmati pegunungan pandang di sisi kanan saat hendak turun dari puncak. Selain itu, rangkaian bukit-bukit karst yang terlihat saat melangkah semakin turun menambah bervariasinya nilai estetika di sana.

hutan-wonosadi-300x208Hutan Wonosadi
  • Luas Area : 25 ha
  • Status Hutan : Hutan Adat
  • Pengelola : Kelompok Tani Sumber Rejeki/Desa Wisata Wonosadi, Baladewi
  • Alamat/Lokasi : Duren, Beji, Ngawen, Gunungkidul, Yogyakarta
  • Penanggung Jawab : Pemerintah Desa Beji
  • Pembina : Camat Ngawen, Pemda Gunungkidul.

Hingga sekarang, masyarakat masih memercayai bahwa Hutan Wonosadi mempunyai nilai keramat. Hal itu ditandai dengan masih beredarnya cerita masa lalu yang turun-temurun hingga sekarang. Cerita berawal dari Onggoloco, yaitu putra salah seorang selir Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit yang melarikan diri dari kejaran pasukan Kerajaan Demak, pernah bertapa di kawasan Hutan Wonosadi. Onggoloco dikenal memiliki ilmu kebatinan tinggi. Dalam pertapaannya, Onggoloco membuat hutan supaya penduduk setempat tak kekurangan air lagi. Cerita itu memunculkan penamaan hutan ini, di mana Wonosadi berasal dari kata “wono” yang berarti “alas/Hutan” dan “sadi” yang mengandung arti “sandi/rahasia”. Ceritanya hingga saat ini rahasia sandi tersebut belum terungkap.

Kesenian khas yang menarik di daerah ini adalah kesenian “RINDING GUMBENG” yaitu kesenian dengan menggunakan alat musik dari bambu kecil dan sederhana.

sampai saat ini banyak penghargaan yang sudah diterima oleh masyarakat pengelola wonosadi dalam pelestarian hutan adat iniBanyak kunjungan dari intansi pemerintah maupun wisatawan asing yang ingin menyaksikan keindahan dan keunikan hutan wonosadi. Salah satu kunjungan dari menteri kehutanan tahun kemarin menunjukan bahwa hutan adat wonosadi patut dibanggakan digunungkidul ini.

Tak perlu takut kemalaman di sana sebab ada tiga home stay yang dapat dimanfaatkan. Murah, hitungannya satu kali makan untuk satu orang dikenai biaya sebesar Rp 10.000. jadi, tunggu apa lagi? Segera masukkan Desa Wisata Wonosadi dalam list place must to go yang harus dikunjungi saat liburan tiba.

[TicGunungkidul/ DYd/GK Online]

Follow Gunungkidul Online: Media Berita Online Gunungkidul on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

Tulis Komentar

Komentar

  • 0 Comments

  • Fatal error: Call to undefined function the_ratings() in /home/gunungk3/public_html/wp-content/themes/newsworld/lib/hooks.php on line 512